Selamat datang di blog kami, nikmati layanan dari kami. Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan hubungi kami. Ayo kita mulai diet sehat hari ini...
 

Lingkar Pinggang Lebih Akurat Deteksi Penyakit Ketimbang BMI


Jakarta, Selama bertahun-tahun, para pakar masih dibingungkan dengan metode pengukuran lemak tubuh yang pas untuk menentukan tingkat obesitas seseorang. Tapi kini cukup dengan lingkar pinggang dapat lebih akurat mendeteksi penyakit. Hal ini penting untuk menentukan risiko beberapa penyakit yang seringkali dikaitkan dengan penumpukan lemak dan obesitas.

Sebuah review baru justru menunjukkan bahwa metode pengukuran sederhana dengan menggunakan rasio lingkar pinggang dengan tinggi badan dapat mengukur bahkan memprediksi risiko penyakit diabetes, hipertensi dan penyakit kardiovaskular lebih signifikan dibandingkan indeks massa tubuh (BMI/Body Mass Index).

Kesimpulan ini didapatkan peneliti setelah me-review 31 paper ilmiah untuk menentukan dari kedua metode yaitu BMI dan pengukuran lingkar pinggang tersebut mana yang paling bisa mendeteksi masalah seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, kadar lemak tubuh yang abnormal dan sindrom metabolisme.

Selama bertahun-tahun, para ahli juga telah mengkritik BMI karena tidak mampu memberikan ukuran yang jelas terhadap kegemukan seseorang dan kesehatan yang baik.

Contohnya, BMI tak bisa membedakan antara otot dan lemak sehingga orang berotot mungkin salah dikategorikan sebagai orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Selain itu, orang dengan BMI normal masih mungkin memiliki banyak lemak di sekitar pinggangnya sehingga meningkatkan risiko beberapa penyakit.

Kekurangan ini pun menjelaskan alasan Centers for Disease Control and Prevention mengakui bahwa lingkar pinggang adalah cara yang baik untuk menilai risiko penyakit.

Pria yang lingkar pinggangnya lebih dari 40 inci (101,6 cm) dan wanita yang tidak hamil dengan lingkar pinggang lebih dari 35 inci (88,9 cm) mungkin berisiko lebih besar terkena masalah kesehatan yang berkaitan dengan berat badan.

Lingkar pinggang yang besar serinfkali dikaitkan dengan keberadaan lemak di sekitar organ internal yang dapat menyebabkan peradangan dan resistensi insulin serta meningkatkan metabolisme yang berisiko terhadap jantung.

"BMI mengukur jumlah lemak sedangkan lingkar pinggang mengukur lemak internal," kata peneliti Margaret Ashwell yang bekerjasama dengan Oxford Brookes University di Inggris seperti dilansir dari HuffingtonPost, Senin (14/5/2012).

Metode pengukuran yang mempertimbangkan lemak internal dan tinggi badan bisa menjadi metode yang terbaik.

"Untuk pertama kalinya, ada bukti statistik yang kuat dari studi yang melibatkan lebih dari 300.000 orang dewasa ini yang menunjukkan keunggulan rasio lingkar pinggang dan tinggi badan dibandingkan BMI untuk mendeteksi faktor risiko penyakit kardiovaskular pada kedua jenis kelamin," ungkap Ashwell dan timnya.

sumber:detikhealth

Lingkar Pinggang Lebih Akurat Deteksi Penyakit Ketimbang BMI

0 komentar:

Posting Komentar